BACA Artikel ini 5 menit dapat merubah pemahamanMu :
BERSABARLAH TUHAN BERSAMA ORANG-ORANG YANG SABAR.
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau m…enyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capeK, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga…
dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain,
jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya…..
Sudahkah Anda Bersabar…??
Kekhawatiran membawa kita berjalan dalam kesalahan—baik itu kata-kata maupun tindakan—lebih jauh lagi, sehingga kita akhirnya kelelahan dalam perjalanan tersebut karena perjalanan itu tidak membuahkan hasil yang baik bagi kita. That’s why God said…”JANGAN KHAWATIR”.
Membaca merupakan salah satu tabiat yang amat berfaedah. Seseorang yang suka membaca mempunyai minda yang sihat dan positif. Bahan bacaan seperti buku-buku ilmiah dan majalah boleh merangsang pemikiran kita. Oleh itu, pemikiran kita sentiasa kreatif, kritis dan mempunyai wawasan.
Tabiat suka membaca juga boleh meningkatkan perbendaharaan kata. Perbendaharaan kata yang meluas baik dalam bahasa akan meningkatkan kemampuan kita untuk berkomunikasi secara lisan ataupun bertulis.
Di samping itu, tabiat suka membaca boleh menambah pengetahuan kita. Contohnya, jika kita sering membaca buku-buku berkaitan sains dan sejarah. Dengan itu, pengetahuan tentang konsep sains dan sejarah boleh ditingkatkan dan sekali gus membantu dalam proses pembelajaran di sekolah.
Seterusnya, tabiat suka membaca boleh mengisi masa lapang kita dengan berfaedah. Oleh itu, masa lapang kita tidak akan terbuang dengan sia-sia dengan membaca.
Kesimpulannya, tabiat membaca memang mempunyai banyak kelebihan. Maka kita harus memupuk tabiat suka membaca ini sejak kecil lagi. Bak kata orang bijak pandai, “ membaca jambatan ilmu”.
Hidup adalah pilihan. 2 sisi yang berbeda, tidak searah, dan bertolak belakang. Masing-masing punya kekuatan dan kelemahannya. dan tidak ada yang hanya memiliki segi positifnya saja.
Sungguh mulia perbuatan daun hijau yang senantiasa berkorban untuk ulat kecil yang kelaparan tapi memikirkan dirinya sendiri. Apabila kita bisa meniru dan mengikuti perbuatan dari daun hijau, tentu saja dunia ini dipenuhi oleh kebajikan dan ketentraman. Marilah mulai hari ini, tanamkan sifat menolong dan melakukan kebajikan setiap harinya niscaya kebahagiaan akan menjadi bagian dari diri Anda dan kita semua.
Memberi merupakan sikap aktif. Memberi dilatar belakangi oleh minat prihatin dan perhatian. Dengan kata lain, sikap memberi didasarkan oleh kasih (compassion), bukan kasihan! Ada berbagai cara untuk memberi yaitu : memberi waktu untuk mendengar orang lain berbicara, memberi uang untuk melengkapi pendidikan, memberi pengetahuan dengan menyampaikan pendapat dan banyak cara lain memberi dapat dilakukan.
Yang terpenting saat ini bukan-lah menanti sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.akan tetapi, jemputlah perubahan dengan segenggam harapan.Tancap dan hujamkan dalam hati, bahwa “SAYA HARUS BERUBAH” Bagaimana-pun besarnya perubahan,hal itu merupakan hasil konsistensi kita dalam melangkah. Tak ada seribu langkah tanpa ada langkah pertama dan begitu seterusnya.Sungguh, setiap kesempitan pasti ada kemudahan.Kegagalan bukanlah susuatu yang harus ditakuti dalam hidup kita, karena kegagalan adalah sesuatu yang mungkin dapat berulang dalam tiap episode hidup kita. Saat semua dapat kita lalui, halangan rintangan dapat kita terjang, dan disaat perubahan dapat kita rasakan bersama,Maka saat itu-lah saat-saat termanis dalam hidup kita yang akan selalu kita kenang dalam hidup kita.
“Pernahkan anda tahu, TERNYATA kita jauh lebih indah daripada yang kita duga. Potensi ANDA jauh lebih besar dari yang pernah ANDA bayangkan”. Para Ilmuwan di Jepang telah membuktikan kebenaran HIPOTESIS ini.Memang Baik Menjadi Orang Penting Tapi Jauh Lebih Penting Menjadi Orang Baik